Gelar ATF-nya kini pun berjumlah empat. Berbekal 400 poin tunggal dari ajang dua pekan ini, rangkingnya berpotensi melonjak ke nomer 20-an belia Asia KU 14. Ia pun menjadi terbaik kedua putra Merah Putih dalam daftar tersebut–hanya berada di bawah Rafalentino Ali da Costa yang menempati peringkat ke-8.
Lebih istimewanya lagi, Jake mencatatkan raihan tersebut meskipun sedang sakit. Bermain sepuluh hari bertutut-turut, ia terserang demam. “Aku banyakin minun vitamin dan kasih obat sedikit, enggak terlalu berasa. Aku juga lihat ini udah final. Jadi, nanggung gitu kalo walkover, jadi sekalian aja,” papar Jake.
Jake menuturkan bahwa ibunya berperan besar dalam karirnya. Anak legenda tenis Indonesia, Wyne Prakusya, ini pun menuturkan bahwa “mulai bermain karena melihat mami. Terus aku nyoba-nyoba dan ternyata suka. Orang tuaku selalu kasih yang terbaik di tiap turnamen. Seperti membayarkan turnamenku.”
So Yat Long mendapatkan pelipur laranya dengan raihan gelar ganda putra. Berpasangan atlet Tiongkok, Yitian Lou, ia mengalahkan duet tuan rumah, Reavan Rio Suryana/Komang Bagus Wahyu Purustama, 6-4, 6-4.

