Pada sektor putri, wakil Indonesia hanya mendapatkan gelar ganda putri pada pekan kedua. Lakon utamanya adalah duet asal Sukoharjo, Azza Kanahaya/Noya Myeisha Nafeeza Rizaldi. Pada partai final, mereka menyudahi kompatriotnya, Karina Sucipto/Yosheline Odelia Vicenta dalam dua set langsung, 6-1, 6-4.
Sedangkan, gelar tunggal putri diraih oleh petenis Tiongkok, Mengxi Sun. Datang sebagai non unggulan, ia bukukan kemenangan telak atas unggulan pertama asal India, Vasundra Balajee, 6-1, 6-0, pada final pekan kedua.
Mika Menjuarai Tunggal Putra KU 16 tahun
Petenis Indonesia menggondol gelar KU 16 tahun pada ajang yang diselenggarakan Sportama Tennis Institute. Pada final tunggal, Joachim Mika Gunawan berhasil mengatasi kompatriotnya, M Alfaradu Sumirat, 6-2, 6-3.
“Walaupun straight set, ya, lawan Alfa pasti susah. Dia banyak akal dan bagus attack-nya. Aku bermain tenang, sabar, dan fokus dari poin ke poin. Yang penting mainku enak aja,” ujar Mika, siswa Life Comunity School.
Sepanjang gelaran ini, Mika selalu meraih kemenangan straight set. Secara urut dari babak pertama, atlet Jakarta ini mengatasi wakil Filipina, Kenzo Brodeth, 6-2, 6-3; rekan senegeri, Dylan Yap, 6-1, 6-0, unggulan keempat, Rafael Jose, 6-2, 6-1, dan unggulan pertama asal Vietnam, Nguyen Trung Khang, 6-2, 6-3.
“Setelah ini, aku mau menaikkan rangking ITF (Federasi Tenis Dunia)-ku ya dan targetnya bisa main junior Grand Slam. Agenda terdekatku kualifikasi Davis Cup April ini,” pungkas Mika menganai trayektori karirnya.

