Pada perempat final putra, Komang Bagus dan Ethan Jake sama-sama mengandaskan duet ganda mereka. Komang Bagus, belia 12 tahun, mengalahkan kompatriotnya, unggulan kelima, Reavan Rio Suryana, 6-2, 6-0. Kemenangan ini pun mengimbangi rekor pertemuan mereka usai ia kalah pada akhir tahun lalu, 1-6, 6-1, 4-6.
“Untungnya, aku main bagus hari ini. Aku bisa ngelariin Reavan, maju-mundur, kanan-kiri. Poinku memang banyak datang dari baseline. Dia lagi cukup boros dan sering error pukulannya,” tutur Komang, yang mengidolai Roger Federer.
Sementara itu, Ethan Jake, juga 12 tahun, mengatasi unggulan keenam asal Singapura, Nicholas Min En Pak, 6-1, 6-3. Kemenangan straight set ini pun memberikan semifinal keduanya di ajang ATF. Pada kesempatan pertamanya, ia takluk di tangan kompatriotnya, Roger Wirawan, di ajang serupa pada akhir tahun lalu, 4-6, 6-3, 4-6.
“Pertandingannya lumayan sulit, ya. En Pak bola-bolanya berat dan susah. Tapi, begitu aku dapet ritmeku, pukulanku mulai enak dan pede dalam pengembalian. Di tiga gim pertama, aku berusaha membaca permainannya serta mematangkan pukulan. Santai, aku main tanpa beban,” tutur Ethan, pemilik satu trofi ganda ATF.
