Amerika Serikat sebagai salah satu negara G20 bahkan secara eksplisit melalui Presiden Joe Biden dan Menlu Antony Blinken menyerukan solusi dua negara ini benar—benar terwujud. Bahkan, Sekjen PBB Antonio Guterres secara gamblang menyatakan bahwa penolakan atas solusi dua negara bagi warga Israel dan Palestina dan penolakan atas hak menjadi negara bagi rakyat Palestina tidak dapat diterima. Setidaknya, inilah sikap para tokoh dan negara-negara dunia terkait Solusi dua negara.
Pertanyaannya kemudian, jika semua pihak dan pemangku kepentingan internasional sepakat untuk menjalankan solusi dua ngara sebagai jalan penyelesaian konflik Israel- Palestina, lalu, mengapa gagasan ini mandek dan hanya berjalan di tempat? Jawabannya karena Israel tidak pernah rela melihat berdirinya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat. Hal ini dapat dibuktikan dengan sikap dan pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang secara blak-blakan menyatakan bahwa ia tidak akan berkompromi terkait kontrol keamanan penuh Israel atas seluruh wilayah di barat Yordania dan hal ini bertentangan dengan negara Palestina.

