“Beberapa sejarah berdirinya Masjid seperti Masjid Baiturrahman Aceh yang ternyata menjadi salah satu Masjid yang sangat tua berdiri sejak tahun 1612, lalu juga Masjid Istiqlal Jakarta yang dibangun tahun 1961 dan waktu pembangunannya baru selesai 17 tahun kemudian. Selain itu, Masjid Baiturrahman Semarang yang awal mula namanya adalah Masjid Candi Semarang didirikan tahun 1955 dan Masjid Sheikh Zayed Solo yang merupakan bentuk hibah dari Pemerintah Persatuan Emirat Arab (PEA) kepada Indonesia,” jelas Ermy dikutip dalam rilis.
Dalam proses pembangunan masjid-masjid yang dibangun oleh Waskita diselesaikan dengan tepat waktu bahkan ada beberapa yang lebih cepat pembangunannya. Selain itu, ditambah dengan inovasi green building serta beberapa fasilitas dengan teknologi modern.
Seperti Masjid Baiturrahman Aceh baru direnovasi sejak tahun 2015 setelah terdampak bencana tsunami tahun 2004. Masjid ini dikembangkan menyerupai Masjid Nabawi di Madinah Arab Saudi dengan dipasangnya 12 payung raksasa serta pohon kurma di sekitar halaman Masjid. Dengan perluasan halaman dan pemasangan payung elektrik, masjid mampu menambah daya tampung yang semula 9.000 jamaah menjadi 24.405 jamaah. Sampai saat ini Masjid ini menjadi salah satu destinasi wisata religi dan budaya di Aceh.
