Deny pun mengapresiasi upaya Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Salemba tersebut. ”Saya juga menginstruksikan agar kantor-kantor cabang lain untuk meniru model kerja sama serupa yaitu dengan sistem keagenan yang menyasar kepada agen-agen yang lainnya atau jasa-jasa layanan berbasis komunitas atau pelanggan yang khas,” kata Deny.
Deny mengatakan, kunci sukses pengembangan cakupan kepesertaan adalah tersampaikannya dengan baik literasi BPJS Ketenagakerjaan kepada kelompok BPU. Begitu pula peningkatan kinerja para mitra agen juga terus didampingi dan dievaluasi agar cepat berkembang
”Karena program BPJS Ketenagakerjaan itu sendiri sudah menarik tapi sayangnya masih banyak pekerja BPU yang tidak tahu atau kurang paham. Kalau mereka tahu dan paham maka otomatis mereka mendaftar dan aktif, karena program ini memang kebutuhan vital bagi pekerja,” kata Deny.
Deny mengatakan, faktor-faktor yang menarik untuk kepsertaan BPU adalah besaran iuran hanya Rp16.800 per bulan tiap orang untuk dua program, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). ”Manfaat JKK ini kan unlimited. semua kebutuhan medis peserta yang kecelakaan kerja tidak ada batasan biaya dan tak ada batasan waktu pemulihan. Hanya di BPJS Ketenagakerjaan yang berani memberikan jaminan unlimited seperti ini kepada pesertanya,” ujar Deny.
