Terapi radiasi untuk membunuh sel kanker telah merusak indera pendengaran dan penglihatan Raaschou. Dokter mengatakan, ia tidak lagi bisa menjalani terapi tersebut.
“Di sebelah situlah melanoma saya mereka angkat. Radiasi sudah dilakukan terhadap seluruh area kepala saya. Dan dokter sudah bilang tidak bisa dilakukan radiasi lagi. Istri saya selalu khawatir melanoma saya akan kembali muncul dan semacamnya, tapi saya punya filosofi berbeda,” lanjut Raaschou.
Umumnya, melanoma diobati melalui prosedur medis invasif seperti pembedahan atau terapi radiasi. Namun, para peneliti di Charles Darwin University dan Royal Melbourne Institute of Technology kini sedang meneliti apakah zat dalam ganja suatu hari nanti dapat menjadi solusi. Penelitian itu masih dalam tahap awal, tapi mereka menemukan bahwa ketika mereka menempatkan ekstrak khusus tanaman ganja bernama PHEC-66 ke dalam sebuah tabung reaksi, ekstrak tersebut menempel pada reseptor di permukaan sel kanker dan mengganggu pertumbuhan sel tersebut.
