IPOL.ID-Program pilah sampah Pemprov DKI diharapkan dibarengi dengan peran pengurus RT dan RW di lingkungan.
Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta, Husen menilai hal itu menjadi kunci penyelesaian persoalan sampah di Jakarta yang saat ini masuk pada fase darurat.
Dikatakanya, pengelolaan sampah harus diperkuat dengan penyediaan sarana pendukung seperti tong sampah terpilah dan komposter di setiap RT.
“Kalau semua RT dan RW bergerak, persoalan sampah bisa selesai,” ujar Husen, Senin (18/5/2026).
Menurut dia, idealnya setiap RT memiliki minimal tiga pasang tong sampah dan komposter untuk memisahkan sampah organik dan nonorganik.
Diperkirakan, kebutuhan anggaran penyediaan tong sampah dan komposter mencapai sekitar Rp 200 miliar untuk seluruh Jakarta.
Selain itu, Husen juga mendorong penerapan reward and punishment kepada masyarakat agar lebih disiplin memilah sampah.
“Warga atau rumah tangga yang tertib bisa diberikan insentif, sedangkan yang membuang sampah sembarangan harus dikenakan sanksi,” ujarnya.
