Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Anggota Kabinet Perang Israel Ancam Mundur Jika Tidak Ada Rencana Pascaperang
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Internasional > Anggota Kabinet Perang Israel Ancam Mundur Jika Tidak Ada Rencana Pascaperang
Internasional

Anggota Kabinet Perang Israel Ancam Mundur Jika Tidak Ada Rencana Pascaperang

Farih
Farih Published 19 May 2024, 18:20
Share
4 Min Read
Mantan Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz (kedua dari kanan) bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken di Tel Aviv, Israel, Kamis, 8 Februari 2024. Foto: AP Photo
Mantan Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz (kedua dari kanan) bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken di Tel Aviv, Israel, Kamis, 8 Februari 2024. Foto: AP Photo
SHARE

IPOL.ID – Benny Gantz pada Sabtu (18/5) mengancam akan mengundurkan diri dari pemerintahan Israel, jika pemerintah tidak mengadopsi rencana baru dalam waktu tiga minggu untuk perang di Gaza. Ganzt adalah politisi populer berhaluan tengah yang juga satu dari tiga anggota Kabinet Perang Israel.

Keputusan Gantz itu berpotensi membuat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu lebih bergantung pada sekutu sayap kanan.

Pengumuman Gantz tersebut makin memperdalam perpecahan dalam kepemimpinan Israel setelah lebih dari tujuh bulan memasuki perang. Sejauh ini, Israel belum mencapai tujuannya untuk membubarkan Hamas dan mengembalikan sejumlah sandera yang diculik dalam serangan kelompok militan tersebut pada 7 Oktober.

Gantz menjabarkan rencana enam poin yang mencakup pengembalian sandera, mengakhiri kekuasaan Hamas, demiliterisasi Jalur Gaza, dan membentuk administrasi internasional untuk urusan sipil dengan kerja sama Amerika Serikat (AS), Eropa, Arab dan Palestina. Rencana tersebut juga mendukung upaya normalisasi hubungan dengan Arab Saudi dan memperluas dinas militer bagi seluruh warga Israel.

Dia memberi tenggat 8 Juni.

“Jika Anda memilih jalur para fanatik dan membawa seluruh bangsa ke jurang kehancuran – kami akan terpaksa mundur dari pemerintahan,” katanya, dilansir VOA Indonesia, Minggu (19/5).

Netanyahu dalam sebuah pernyataan yang dilansir media Israel menanggapinya dengan mengatakan Gantz memilih untuk mengeluarkan ultimatum kepada perdana menteri daripada kepada Hamas dan menyebut persyaratannya sebagai “eufemisme” atas kekalahan Israel.

Gantz, saingan politik lama Netanyahu, bergabung dengan koalisinya dan Kabinet Perang pada hari-hari awal perang sebagai tanda persatuan nasional.

Mundurnya Gantz dari Kabinet Perang akan membuat Netanyahu semakin terikat kepada para sekutu sayap kanan yang mengambil sikap keras dalam perundingan mengenai gencatan senjata dan pembebasan sandera. Para politisi sayap kanan juga percaya bahwa Israel harus menduduki Gaza dan membangun kembali permukiman Yahudi di sana.

Gantz berbicara beberapa hari setelah Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant, anggota ketiga Kabinet Perang, mengatakan dia tidak akan tetap menjabat jika Israel memilih untuk menduduki kembali Gaza. Gallant juga meminta pemerintah untuk membuat rencana bagi pemerintahan Palestina di daerah kantong tersebut.

Dalam pernyataan yang akan dianggap orang sebagai tamparan terhadap Netanyahu, Gantz mengatakan “pertimbangan pribadi dan politik telah mulai merambah ke tempat paling suci dalam keamanan Israel.” Para pengkritik Netanyahu menuduh perdana menteri berusaha memperpanjang perang untuk menghindari pemilu baru, tuduhan yang dibantahnya.

Jajak pendapat menunjukkan Netanyahu akan digantikan dalam pemilihan umum (pemilu), dan Gantz adalah kandidat yang paling mungkin menjadi perdana menteri berikutnya. Hal itu akan membuat Netanyahu bisa dituntut atas tuduhan korupsi yang sudah berlangsung lama.

“Rakyat Israel memperhatikan Anda,” kata Gantz dalam pidatonya di hadapan Netanyahu.

Banyak warga Israel merasa sedih dengan nasib para sandera dan menuduh Netanyahu mendahulukan kepentingan politik di atas segalanya. Mereka menginginkan kesepakatan untuk menghentikan pertempuran dan membebaskan para sandera.

Ada rasa frustrasi baru yang muncul pada Jumat (17/5) ketika militer Israel mengatakan pasukannya di Gaza menemukan mayat tiga sandera yang dibunuh oleh Hamas dalam serangan 7 Oktober lalu. Penemuan mayat sandera keempat diumumkan pada Sabtu (17/5).

Serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan menewaskan 1.200 orang dan menyandera sekitar 250 lainnya. Israel mengatakan sekitar 100 sandera masih disandera di Gaza, bersama dengan sekitar 30 jenazah lainnya. Serangan Israel telah menewaskan lebih dari 35.000 warga Palestina di Gaza, kata pejabat kesehatan setempat. (VOA Indonesia/far)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: israel, Kabinet Perang Israel, perang
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Ketua DPD RI, Apresiasi PT SIG, Tingkatkan Porsi TKDN, Berbasis UKM Binaan Ketua DPD RI Apresiasi PT SIG Tingkatkan Porsi TKDN Berbasis UKM Binaan
Next Article Pesawat jatuh di BSD, Serpong, Tangsel. Foto: dok. TMC Polda Metro Jaya Pesawat Jatuh di BSD Serpong Milik Indonesia Flying Club

TERPOPULER

TERPOPULER
Sejumlah panitia HUT Gereja Santo Fransiskus Asisi Tebet, Jakarta Selatan, bersama tim konservasi museum melakukan perawatan memoles bahan alami berbagai perabot yang ada di dalam gereja Paroki Tebet pada Jumat (8/5/2026) malam. Foto: Joesvicar Iqbal/ipol.id
Jakarta Raya

Gereja Santo Fransiskus Asisi Tebet Bersolek Jelang HUT ke-60

Hukum
Aspidum Kejati Sumsel Diperiksa Bidang Pengawasan Kejagung
09 May 2026, 13:43
nofollow
Viral Video Remaja Diduga Mesum di Taman Balai Kota Panggul Trenggalek
09 May 2026, 16:33
Hukum
Pengusaha Heri Black Absen dari Panggilan KPK
09 May 2026, 10:18
Hukum
Periksa Pihak PT Len Railway Systems, KPK Dalami Bagi-bagi Fee Proyek DJKA Kemenhub
09 May 2026, 13:15
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?