Salah satunya Adel, siswi SMPN di Jakarta Timur kerap menggunakan layanan JakLingko untuk pulang ke rumahnya di Cipinang Muara,
“JakLingko di sini sering ngebut, enggak mau ngalah (kalau melintas di akses jalan lingkungan permukiman warga),” ungkap Adel di Jatinegara, Kamis (30/5/2024).
Menurutnya, pengemudi JakLingko patutnya memperhatikan kondisi jalan, khususnya saat berkendara di akses jalan lingkungan pemukiman warga yang tidak terlampau lebar.
Beda dengan jalan raya, kondisi akses Jalan Cipinang Muara banyak dilintasi pejalan kaki, anak-anak kecil, hingga pedagang kaki lima sehingga kondisinya lebih padat.
“Dulu saya juga pernah naik JakLingko ke Tebet sopirnya itu mengemudi ngebut banget. Kalau saya sih berharapnya sopirnya jangan ngebut-ngebutlah, penumpang kan jadi takut,” ucap Adel.
Pernyataan serupa juga disampaikan warga Kelurahan Cipinang Muara, Esa yang mengaku pernah sepeda motornya pernah diserempet JakLingko saat melintas di Jalan Cipinang Muara.
Esa mengatakan, ulah oknum pengemudi JakLingko kerap memacu kendaraan saat melintas di akses jalan lingkungan kerap membahayakan warga, sehingga perlu operasionalnya perlu dievaluasi.
