“Saya perjelas pada Tahun 2016 saya dengan istri menikah di bulan November. Jadi saya memang mengambil cuti kuliah, bukan dikaitkan dengan pelarian DPO kasus almarhum Vina dan Eky,” ungkapnya.
Satria juga membantah bila adiknya merupakan sosok Dani dalam DPO Polda Jawa Barat. Karena saat peristiwa terjadi 2016 silam Ramadhani masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
Dia juga merasa heran bila ada yang mengaitkan sosok Ramadhani dengan Dani dalam DPO Polda Jawa Barat, karena secara panggilan adiknya kerap disapa sebagai Rama.
“Secara panggilan sebetulnya Rama, bukan Dani. Itu (Dani) kan merupakan salah satu dari tiga DPO yang dirilis Polda Jawa Barat. Rama pada Tahun 2016 masih duduk di bangku SD,” jelasnya.
Akibat tuduhan-tuduhan itu, Rama mengaku harus memberi penjelasan kepada orang-orang di lingkungan terdekat, bahkan terhadap beberapa dosen di tempatnya kini kuliah.
Namun, Rama menambahkan, hal terberat dialami bukan karena harus memberikan klarifikasi di lingkungan terdekat, melainkan karena banyak pihak ‘menyerang’ pribadi keluarga besarnya.

