IPOL.ID – Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Mekatronika Cerdas Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Hanif Fakhrurroja, mengembangkan sistem meter air prabayar menggunakan token Standard Transfer Specification (STS) berbasis Internet of Things (IoT).
Bersama tim peneliti Telkom University (Tel-U), mereka berhasil mendapatkan hibah pendanaan riset dan inovasi reka cipta pada Matching Fund Kedaireka 2023.
“Produk inovasi ini dikembangkan bersama mitra Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) PT Multi Instrumentasi, bertujuan menurunkan angka volume air tak berekening (non-revenue water) akibat pembacaan meter manual,” kata Hanif, Rabu (29/5/2024).
Teknologi yang disebut smart water meter ini menggabungkan IoT dengan beberapa teknologi dari Telkom Indonesia. Ini memungkinkan pengawasan meter air secara real time dengan akurasi lebih tinggi dibandingkan teknologi konvensional.
Inovasi ini merupakan pengembangan lanjutan dari reka cipta pada Program Matching Fund Kedaireka Tahun 2022, yaitu “Automated Water Meter Reading Berbasis Internet of Things”. Diharapkan pada 2024, riset ini berlanjut, sehingga dapat dilakukan proof of concept (PoC) oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan segera diimplementasikan ke pelanggan.
