Menurut Hanif, kurangnya produksi dalam negeri, terutama dalam hal Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada produk meter air prabayar berbasis token, menjadi tantangan dalam riset dan inovasi.
Transformasi digital juga menjadi tuntutan penting pada layanan publik PDAM. Dengan tujuan memudahkan sistem pembayaran melalui token prabayar dan meningkatkan efisiensi proses bisnis PDAM.
Inovasi Sudah Jalani Lima Lokasi Uji Coba
PT Multi Instrumentasi, produsen meteran air terbesar di Indonesia yang berlokasi di Cinambo, Bandung, akan menentukan lima lokasi uji coba pada tahun ini. Mereka telah menghubungi salah satu perumahan dinas BUMN di daerah Karawang untuk pemasangan di pipa-pipa distribusi dan pipa-pipa perumahan, dengan tujuan efisiensi penggunaan air.
“Penggunaan sistem token ini mempermudah manajemen di perusahaan BUMN untuk mengelola efisiensi air di perumahan pegawai sehingga tidak terjadi pemborosan,” jelas Hanif.
Untuk PoC prepaid smart water meter berbasis token STS, Hanif bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Tel-U untuk menghitung kelayakan investasi. “Mereka akan menghitung kelayakan investasi sehingga mempermudah PDAM dalam perencanaan pengadaan prepaid water meter ini,” pungkas Hanif. (ahmad)
