Hetty menegaskan bahwa TMII sebagai destinasi budaya mencerminkan keragaman dan kekayaan Indonesia, menjadi pusat diseminasi nilai-nilai kemajemukan.
“TMII merepresentasikan harmoni keragaman Indonesia. Kehadiran umat dan masyarakat menunjukkan harmoni, kasih sayang, dan toleransi di bumi pertiwi,” ucapnya.
Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2568 BE, YM Bhante Dhammavuddho mengatakan, kali pertama tradisi Thudong dilakukan para biksu dengan menyusuri candi terbesar di dunia.
“Terimakasih kepada pemerintah Indonesia yang mendukung perjalanan ritual Bikkhu mulai dari Semarang-Candi Borobudur berakhir di Candi Muaro Jambi di Jambi pada 26 Mei 2024,” katanya.
“Bangga dengan Indonesia, setiap tahun perayaan Waisak lancar dan luar biasa. Borobudur merupakan candi terbesar di dunia. Kami berharap dari sisi umat Buddha, batin dan kualitas menjadi baik dan sempura seperti sang Buddha dan mendapat kedamaian. Semoga kegiatan Thudong ini mampu membawa toleransi dan kebersamaan pada seluruh umat,” tambahnya.
