Kartika menjelaskan, Borobudur dikenal sebagai bagian dari 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang juga menjadi episentrum umat Buddha dalam melakukan ibadahnya. Dia meyakini pengelolaan Borobudur dapat menjaga keseimbangan sebagai destinasi pariwisata namun memiliki uniqueness tersendiri melalui konsep spiritual destination.
Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata InJourney, Maya Watono mengungkap alasan TMII dipilih jadi titik awal ritual Thudong 40 Bhikkhu tersebut. Menurutnya, lokasi itu dipilih karena sarat akan nilai budaya dan lambang kebhinekaan serta keragaman Indonesia.
“TMII merupakan aset warisan Indonesia di bawah InJourney. Dari TMII nanti 40 Bhikkhu berjalan menuju Candi Borobudur, jadi ada nilai-nilai spritual yang signifikan dalam perjalanan itu,” ungkap Maya.
“Prosesi pelepasan Bhikkhu Thudong kali ini sangat istimewa. Kehadiran masyarakat umum turut melepas perjalanan suci para Bhikkhu Thudong menjadi simbol harmonisasi, merupakan modal utama memperkuat dan memajukan bangsa Indonesia,” tambah Maya.
