“Rekonstruksi sejarah tsunami adalah hal yang penting. Dengan mempelajari sejarah kejadian tersebut, kita dapat memprediksi kapan kejadian akan berlangsung dan mengantisipasi dampak negatif yang akan terjadi, sehingga akan meminimalisir dampak dari kejadian tersebut,” tegas Purna.
Dirinya berharap, pertemuan ini memberikan informasi bermanfaat dan memotivasi peneliti-peneliti baru maupun mahasiswa agar tertarik dalam penelitian ini dan ikut andil dalam penelitian serupa.
Dengan lebih banyaknya penelitian tentang rekonstruksi sejarah tsunami di wilayah lain, lebih banyak pula data dan titik wilayah yang dapat diprediksi kejadiannya dan diminimalisir risiko yang terjadi ke depannya. (tim)
