Dalam penjelasannya, lulusan program Doktoral Karlsruhe Institute of Technology (KIT) Jerman tersebut mengungkap, sistem tata surya sebagai sistem besar sesungguhnya melibatkan faktor gravitasional yang kompleks. Hal ini melibatkan bulan, matahari, bumi, hingga planet lain yang tidak dapat diabaikan pengaruhnya. Selain itu, permukaan laut yang mendominasi bumi dan terus mengalami pasang surut juga memengaruhi perubahan lama rotasi bumi.
Meskipun dampak fenomena ini tidak terlalu signifikan, fluktuasi rotasi bumi dapat menyebabkan beberapa perubahan. Salah satunya adalah perlambatan waktu dalam sehari. Selain itu, perlambatan rotasi bumi dapat mengubah arah angin dan menyebabkan perbedaan ketebalan atmosfer.
Di lain sisi, banyak manusia yang menganggap waktu di bumi berjalan lebih cepat dari biasanya. Menurut Bintoro, hal ini tidak termasuk pada akibat dari rotasi bumi. Persoalan ini lebih mengarah pada persoalan psikologis manusia itu sendiri. “Tidak tepat rasanya jika menyangkutpautkan persepsi pribadi terhadap waktu dengan persoalan ilmiah yang memerlukan kajian yang lebih komprehensif,” ujarnya.
