“Saat di RS di Kota Solo, dr Oen, dinyatakan infeksi tersebut menyebar ke bagian paru-paru dan harus operasi di bagian leher dan thorax otonimi/paru,” tulisnya.
Davin yang merasa dirugikan, membawa persoalannya ke meja hijau. Selain merugi waktu, ia juga menghabiskan biaya berobat sebesar Rp500 juta
“Karena selama saya cari, tidak ada respons yang ditunjukkan oleh dokter gigi yang merekomendasikan cabut gigi. Tidak ada niatan menengok atau menanyakan kondisi istri saya,” pungkasnya.
Setelah menceritakan kisahnya banyak warganet mengomentari unggahan Davin, dan banyak netizen yang jadi takut untuk memeriksakan giginya.
“Perbah cabut gigi bungsu sendirian ke dokter gigi langganan, padahal suami sudah nawarin mau diantar driver aku bilang mau sendiri. Salahnya resepsionisnya gak ingetin utk makan dulu sebelum cabut gigi. Jadi sakit setelah cabut gigi,” ucap @fu***.
“Kronologinya kayak akuu, 8 desember cabut gigi di praktek spesialis gigi, udah beberapa kali anestesi tapi ga mempan, tetep sakit pas mau di cabut, akhirnya di cabut paksa, dokternya cuman bilang tahan aja neng. selang 2 hari kepala serasa sakit tidak kuat, sakit nya di luar nalar sampe ga tahan, sampe bilang sepertinya ya allah ga kuat udah sampe sini aja. dari sakit kepala hebat, di tanggal 26 pipi jadi Bengkak besar banget, aku nahan sakit kepala dari desember sampai Januari, sampai beberapa kali di Rawat,” jelas @re***.
