Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Putin Awali Masa Jabatan ke-5 sebagai Presiden
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Internasional > Putin Awali Masa Jabatan ke-5 sebagai Presiden
Internasional

Putin Awali Masa Jabatan ke-5 sebagai Presiden

Farih
Farih Published 08 May 2024, 17:00
Share
3 Min Read
putin
Vladimir Putin tiba untuk upacara pelantikannya sebagai presiden Rusia di Istana Grand Kremlin, Moskow, Rusia, Selasa, 7 Mei 2024. Foto: Sergei Bobylev, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP
SHARE

IPOL.ID – Vladimir Putin, Selasa (7/5) memulai masa jabatan kelima sebagai pemimpin Rusia, dalam sebuah upacara pelantikan di Kremlin yang mewah.

Dia memastikan enam tahun lagi memegang kekuasaan setelah menghancurkan musuh-musuh politiknya, melancarkan perang yang merusak di Ukraina dan memusatkan semua kekuatan di tangannya.

Sudah berkuasa selama hampir seperempat abad dan menjadi pemimpin yang terlama menjabat di Kremlin sejak Yosef Stalin, periode kekuasaan Putih tidak akan sepenuhnya berakhir pada 2030, ketika dia secara konstitusional memenuhi syarat untuk mencalonkan diri lagi.

Dilaporkan VOA Indonesia, dalam upacara di Istana Kremlin yang berlapis emas, Putin meletakkan tangannya di atas kitab Konstitusi Rusia dan berjanji untuk mempertahankannya, di bawah tatapan tamu-tamu terkemuka yang dia pilih.

Sejak menggantikan Presiden Boris Yeltsin pada jam-jam terakhir tahun 1999, Putin telah mengubah Rusia dari negara yang ekonominya terancam runtuh, menjadi negara yang dijauhi karena mengancam keamanan global.

Setelah invasi ke Ukraina pada 2022 yang menjadi konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II, Rusia telah menerima sanksi berat dari Barat, dan beralih ke rezim lain seperti Tiongkok, Iran dan Korea Utara untuk meminta dukungan.

Di dalam negeri, popularitas Putin terkait erat dengan peningkatan standar hidup bagi rakyat biasa Rusia. Dia memulai periode kekuasaan pada 2018 dengan menjanjikan Rusia mencapai lima terbesar ekonomi global, bersumpah bahwa negara itu akan menjadi “modern dan dinamis”.

Namun sebaliknya, ekonomi Rusia lebih bertumpu pada pijakan perang, dan pemerintah membelanjakan anggaran pertahanan yang mencatat rekor.

Para analis mengatakan, karena Putin telah mengamankan kekuasaan selama enam tahun ke depan, pemerintah mungkin saja mengambil langkah yang tidak populer dengan meningkatkan pajak untuk mendanai perang dan menekan lebih banyak pria untuk bergabung dengan militer.

Pada awal periode kekuasaannya yang sekarang, pemerintahan Rusia secara rutin dibubarkan sehingga Putin bisa menentukan nama baru untuk perdana menteri dan anggota kabinet.

Salah satu area kunci untuk diperhatikan adalah Kementerian Pertahanan.

Tahun lalu, Menteri Pertahanan Sergei Shoigu berada di bawah tekanan karena tindakannya dalam perang, ketika pemimpin tentara bayaran Yevgeny Prigozhin menyampaikan kritik terhadapnya, karena kurangnya amunisi untuk kontraktor swasta yang dia pimpin dalam perang di Ukraina. Pemberontakan singkat Prigozhin pada Juni terhadap Kementerian Pertahanan menggambarkan ancaman terbesar terhadap pemerintahan Putin.

Musuh politik terbesarnya, pemimpin oposisi Alexei Navalny, meninggal di koloni penjara Artik pada Februari. Nasib kritikus terkemuka lainnya antara dipenjara atau melarikan diri dari negara itu, dan bahkan sejumlah musuhnya yang berada di luar negeri, merasa takut atas keamanan mereka.

UU telah disahkan yang mengancam hukuman penjara jangka panjang bagi siapapun yang mendiskreditkan militer. Kremlin juga menarget media independen, kelompok HAM, aktivis LGBTQ+ dan pihak-pihak lain yang tidak memandang penting, apa yang ditekankan Putin sebagai “nilai-nilai keluarga tradisional Rusia.” (VOA Indonesia/far)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: rusia, vladimir putin
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article 696d7c8e 6fae 4f98 95be 8650e60e67fd Pilkada Serentak, MK Minta KPU Perbaiki Sistem Sirekap
Next Article 74f8975d 6c2a 4424 89bd 2087b28c279f Gerah Parkir Liar di Jakarta, Heru Budi Perintahkan Satpol PP dan Dishub Turun Tangan

TERPOPULER

TERPOPULER
Jay Idzes
HeadlineOpini

Jay Idzes Cedera usai Sassuolo Hajar Raksasa AC Milan 2-0 di Serie A Liga Italia

HeadlineNews
Alasan Presiden Prabowo Subianto Panggil Ketua PPATK Ivan Yustiavandana di Hambalang
04 May 2026, 09:08
HeadlineNews
Viral! Akun Instagram Ahmad Dhani Hilang dari Jagat Maya
04 May 2026, 09:28
HeadlineJabodetabek
Polda Metro Jaya Bongkar Judi Online Bermodus Live Konten Dewasa di Apartemen, Bisa Raup Rp 5 Miliar Sebulan
04 May 2026, 08:30
HeadlineNusantara
Kepala Desa Buncitan Sidoarjo Ditemukan Meninggal di Ruang Kerja
04 May 2026, 10:54
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?