“Jika Koalisi Kebangkitan Indonesia Maju tetap solid dan berhasil menarik Partai Nasdem, kemungkinan besar Anies akan kalah, mengingat hasil suara dari PKB, PKS, dan PDI-P yang mungkin hanya akan mencapai sekitar 41%. Ini merujuk pada hasil Pemilihan Presiden 2024,” lugasnya.
Karena itu, Ihsan Suri, yang juga menjabat sebagai Direktur Lembaga Network Society Indonesia (NSI), menegaskan bahwa meskipun Anies Baswedan memiliki popularitas tinggi di Jakarta, hasil Pemilihan Presiden 2024 yang bisa menjadi rujukan serta ketidakpastian koalisi antara PKB, PKS, dan Nasdem menunjukkan bahwa peluang Anies untuk menang dalam Pemilihan Kepala Daerah Jakarta pada November nanti sangat kecil.
“Dengan dinamika politik yang terus berkembang, hasil akhir Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jakarta 2024-2029 masih dapat berubah. Namun, prediksi saat ini menunjukkan bahwa Anies Baswedan harus bekerja keras untuk mempertahankan posisinya dalam persaingan yang semakin ketat ini,” pungkas Ihsan Suri. (tim)
