Masyarakat yang nantinya bakal turun ke jalan dalam mendukung aksi bela Palestina merupakan bagian dari peradaban agar manusia bisa terselamatkan.
Menurutnya, jika Israel terus dibiarkan dengan segala aksi kejahatan kemanusiaan nantinya tidak ada lagi yang tersisa. Karena, baik Hukum Internasional, keputusan PBB, HAM bahkan media telah diabaikan Israel.
“Bila ini dibiarkan maka dunia akan kembali pada era sebelum peradaban, era jahiliah, era hukum rimba. Itu tidak boleh terjadi,” tegas Din.
Sehingga jika pemerintah memberi izin, Din berharap, masyarakat yang peduli dengan perempuan, masalah anak dan HAM dapat turut menyukseskan aksi bela Palestina tersebut.
“Ini sebagai bukti bahwa kita memang mencintai HAM, mencintai perempuan dan anak, mencintai profesi media, pihak yang merupakan korban kejahatan luar biasa dari Israel,” tukasnya.
Sekadar diketahui, Aksi Rakyat Bela Palestina nantinya akan dihadiri 100 ribu massa pada Minggu mendatang.
Kegiatan akan berlangsung di tiga titik di kawasan Jakarta Pusat, Minggu pagi. Ketiga titik tersebut adalah Bundaran Hotel Indonesia, Kedubes Amerika Serikat serta Patung Kuda.
