Selain itu, jamaah diminta tidak lupa membawa perlengkapan mandi, misalnya handuk kecil, sabun, shampoo, dan sikat gigi. Untuk keperluan istirahat, seperti kasur dan bantal sudah disiapkan penyelenggara.
“Kalau bantal tidak usah dibawa karena di tenda sudah disiapkan kasur dan bantal meskipun tidak sama dengan yang di hotel,” jelas Zaenal.
Setelah wukuf di Arafah, jamaah akan melanjutkan mabit di Muzdalifah dan Mina. Selama di Mina, jamaah melontar jumrah aqabah di Jamarat pada 10 Zulhijjah. Setelah itu, jamaah diperbolehkan untuk tahalul agar bisa melepas pakaian ihram dan berganti pakaian biasa.
“Jemaah laki-laki boleh berganti dengan sarung atau celana panjang dan pakaian biasa,” kata Zaenal.
Kepada jemaah haji yang akan mengambil nafar tsani (pulang dari Mina pada 13 Zulhijjah 1445 H), Zaenal mengingatkan agar mereka membawa perbekalan pakaian untuk empat hari. Sebab, mereka akan tinggal di Mina sampai 13 Zulhijjah atau 20 Juni 2024.
“Yang nafar tsani akan tinggal di Mina sampai 13 Zulhijjah. Kalau yang nafar awal akan di Mina 10-12 Zulhijah (16-18 Juni),” kata Zaenal.
