Saat membersihkan kolam Solehudin masih mendapatkan ikan miliknya yang hidup. Tetapi tetap lebih banyak ikan koi yang mati.
Lalu dengan cepat langsung memindahkan ikan ke dalam akuarium agar ikan tetap hidup. Apa yang terjadi dengan pemadaman listrik massal se-Sumbagsel ini jelas merugikan pelanggan.
“Mengenai kerugian ikan koi ini coba di misalkan 1 ekor ikan koi seharga Rp500.000, jadi untuk 100 ekor kerugian saya bisa sekitar Rp50 juta. Jadi bagimana tidak sedih dan rasa panik campur aduk karena ikan-ikan ini sudah lama di pelihara,” jelasnya.
Di komplek ini juga akibat dari pemadaman listrik massal juga ada tetangga yang lampunya putus dan barang elektronik juga rusak. Karena listrik tak stabil dan voltase sempat naik turun naik turun, itu dapat merusak komponen elektronik.
Solahudin berharap, pihaknya agar diberikan kompensasi oleh PLN atas kerugian yang dialami. Dengan alasan merupakan kesalahan dari PLN dan ini bukan bencana alam biasa. (Vinolla)

