“Akhirnya diambil gerinda, dibuka paksa. Pas dibuka ruangan dalam kondisi gelap, dinyalakanlah lampu. Ternyata dilihat ada orang tidur, curiga. Kok kios digembok sudah tiga hari ada orang,” katanya.
Komarudin menegaskan, mulanya para pedagang tidak mengetahui sosok itu adalah Syafrin, karena saat ditemukan tubuhnya dalam keadaan tertutup selimut.
Baru setelah selimut dibuka para pedagang mendapati Syafrin tewas dalam keadaan terlentang, dengan kondisi ditemukan lubang pada kaos dikenakan dan bercak darah di pinggang.
Curiga dengan kondisi korban para pedagang menghubungi kerabat Syafrin, lalu melaporkan temuan ke pengurus lingkungan RW 03 Pondok Bambu, dan Polsek Duren Sawit.
“Datanglah polisi, dibuka pakaiannya (korban). Baru ketahuan ada luka tusuk, bolong dua. Dan bercak darah di belakangnya lebih banyak, di kasur juga banyak darah,” bebernya.
Komarudin menambahkan, sebelum kejadian para pedagang di sekitar lokasi tidak melaporkan adanya bau tidak sedap dari lokasi, ataupun mendengar adanya suara gaduh dari kios korban. (Joesvicar Iqbal)
