Kemudian ada all train berkapasitas 220 ton, berfungsi mengangkut excavator amphibi besar ke badan air. Selama ini pihaknya selalu meminjam ke Dinas Lingkungan Hidup (LH) saat akan mengangkut excavator amphibi ke badan air.
Misalnya saat akan memasang sheetpile atau menguras kali, waduk dan sebagainya. Lalu pengadaan 12 unit mobil storing untuk memperbaiki peralatan yang rusak dan perlu penanganan darurat. Khususnya jika ada alat berat rusak sedang dioperasikan maka mobil storing itu dikerahkan ke lokasi untuk penanganan cepat.
“Karena mobil dilengkapi dengan perlengkapan bengkel. Namun ini untuk penanganan kerusakan yang kecil atau ringan, sifatnya insidentil. Karena untuk tingkat kerusakan besar ditangani oleh agen tunggal pemegang merek (ATPM),” jelasnya.
Alat berat lainnya adalah lima unit forklift berkapasitas masing-masing tiga ton untuk memindahkan material dari satu titik ke titik lainnya. Targetnya pada 30 November 2024 mendatang seluruh pengadaan alat berat itu sudah selesai dan diharapkan bisa dioperasikan.
