Selain itu, Prabowo juga tengah mempelajari sistem distribusi makan bergizi gratis yang dilakukan di India, China, dan Jepang. Di Jepang, hampir 99 persen menyediakan makan siang untuk siswa pada tahun 2023.
Makanan tersebut tidak selalu gratis, dengan beberapa siswa membayar rata-rata 50.000 yen atau sekitar 5,2 juta rupiah per tahun.
Pada bulan September, Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA) akan menerima pejabat Indonesia di Prefektur Nagasaki. Ini dalam rangka memberikan pelatihan dan membantu memahami pengalaman Jepang dalam menyediakan makanan sekolah selama satu abad. “Nagasaki memiliki karakteristik pulau yang sama dengan Indonesia, menjadikannya lokasi yang ideal,” kata JICA.
“Melalui inisiatif ini, JICA berupaya mendukung Indonesia dalam mengatasi tantangan gizi, memanfaatkan pengalaman Jepang yang luas dengan tetap menghormati kebutuhan dan keadaan Indonesia yang unik,” tambahnya.
Selama kunjungannya di China, Prabowo mendatangi sekolah di distrik Dongcheng, Beijing, untuk mempelajari program makan siang gratis bagi siswa. Sementara itu pada bulan April lalu, wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka mengatakan tim Indonesia dikirim ke India untuk memahami program makan siang gratis di sana. (lumi)
