Pasalnya, sambung Ginanjar, Rakerda tidak hanya menjadi kegiatan seremoni, tapi benar-benar menekankan pada penguatan terhadap pemahaman teknis pelaksanaan pekerjaan dan peningkatan kinerja program dan anggaran setiap Kantor Pertanahan di Jawa Barat untuk mencapai target yang sudah ditetapkan.
Sementara itu, Kepala BPN Kota Depok Indra Gunawan saat pemaparannya menegaskan, kunci sukses menekan mafia tanah terletak pada internalisasi SDM.
“Kalau esensinya pencegahan. Maka harus dimulai dari internal,” tegas Indra seraya memberi apresiasi atas hasil kerja jajarannya yang teguh menjaga marwah abdi negara di bawah bendera Kementerian ATR/BPN.
Pencapaian ini selaras dengan upaya BPN Kota Depok memberikan pemahaman kepada masyarakat secara intens, melalui sosialisasi pencegahan.

Meningkatkan kesadaran masyarakat dengan membuka pintu pelayanan seluas-luasnya merupakan jalan terbaik dalam mengedukasi problem pertanahan di Kota Depok.
Terbangunnya kesadaran masyarakat, sambung Indra, merupakan gol BPN Kota Depok. Sehingga berdampak pada munculnya aksi dan reaksi publik.
