“Tetapi kita terpikir apakah kita ingin naik kelas, kompetisi Liga 1, termasuk Liga 2 ingin naik kelas? Kita ingin bicara apa yang terjadi di lapangan maka kita harus ber-partner dengan penyedia teknologi yang juga kelas satu. Itulah yang membuat kita ber-partner dengan Catapult,” beber Asep.
Asep menjelaskan dengan adanya kerjasama ini nantinya setiap tim peserta Liga 1 akan mendapatkan 30 alat tracking pemain berbasis GPS.
Barang ini pun akan mulai didistribusikan ke klub-klub Liga 1 mulai pekan depan.
“Bagi LIB ini menjadi salah satu kontribusi kita atau service kita kepada klub peserta. Jadi kontribusi yang kita kasih bukan hanya berupa uang yang terus meningkat. Ada sisi lain bagaimana jika menyediakan device dari Catapult ini untuk meningkatkan performa,” tambahnya.
Sementara itu, Vice President Catapult Asia Pacific, Nicole Pensko, menyambut hangat kerja sama baru dengan PT LIB. Dia menilai sepakbola Indonesia dalam jalur yang tepat ke arah kemajuan.
“Kami menyediakan produk yang cocok untuk para pemain profesional, teknologi yang praktis digunakan, dan kami juga menyediakan produk terkait video. Hal-hal itu dapat digunakan oleh para pelatih, pelatih kebugaran, dan sport scientist untuk memonitor dan mengumpulkan data dari para pemain dan menganalisanya untuk meningkatkan performa para pemain,” kata Nicole.

