“Karena kita punya ekspektasi yang tinggi untuk meraih prestasi di Olimpiade dan itu juga sebagai salah satu pemantik motivasi saya. Alhamdulillah bisa membawa emas buat indonesia, menjadi peraih medali emas pertama,” ujar Veddriq yang di babak final menaklukkan wakil China Wu Peng dengan catatan waktu 4,75 detik.
Sementara Rizki Juniansyah mengatakan, bonus yang didapatkannya bakal dimanfaatkan untuk membangun dan renovasi sasana latih angkat besi di Banten yang telah membentuknya menjadi lifter saat ini.
“Ya memang saya terlahir dari situ, waktu kecil saya dirawat dan dilatih di situ dan alhamdulillah saya mendapatkan medali emas ini berawal dari situ,” kenang pemuda 21 tahun ini.
Pun begitu, Rizki merencanakan untuk menabung sebagian dari bonus yang didapatkannya tersebut.
“Insyaallah bonus yang terbaik ini dari Indonesia buat saya, saya akan mempergunakan untuk yang bermanfaat pastinya,” tegasnya.
Rizki menyatakan, medali emas pertama Indonesia di cabor angkat besi ini dipersembahkannya untuk negara tercinta. Dirinya mengaku tidak menyangka bisa mencetak sejarah baru yang bagi olahraga angkat besi di Tanah Air menyumbangkan medali emas setelah bertahun-tahun lamanya.
