IPOL.ID-Kenaikan harga minyak dunia imbas konflik global mulai berdampak ke harga kebutuhan pokok di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Salah satu yang paling terasa adalah lonjakan harga minyak goreng di pasaran.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, Mochamad Hardi, mengakui adanya kenaikan harga sembako yang dipicu kondisi global. Menurutnya, fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga secara internasional.
“Ya memang sembako itu naik. Ini bukan hanya di Indonesia, tapi global. Kondisinya seperti anomali yang harus disikapi dengan baik,” ujar Hardi, Selasa (5/5).
Ia menjelaskan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut memicu meningkatnya biaya distribusi. Hal ini berdampak pada harga jual berbagai komoditas, termasuk minyak goreng.
“Distribusi kan pakai bahan bakar. Ketika itu naik, otomatis biaya ikut naik dan berpengaruh ke harga di pasar,” jelasnya.
Sebagai upaya meredam dampak kenaikan harga, Pemkot Tangsel menyiapkan sejumlah langkah intervensi, seperti operasi pasar dan bazar murah. Namun, langkah tersebut bersifat sementara.
