“Operasi pasar atau bazar itu sifatnya bantuan. Untuk jangka panjang, kita harus benahi dari sisi sumber dan distribusi,” katanya.
Pemkot juga akan menginventarisasi sumber pasokan komoditas agar lonjakan harga tidak semakin tinggi. Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga serta memastikan distribusi berjalan lancar.
Sementara itu, Kepala Bidang Stabilisasi Harga dan Pengawasan Disperindag Tangsel, Al Gozali, mengatakan kenaikan harga minyak goreng dipengaruhi mahalnya bahan baku kemasan plastik yang berasal dari turunan minyak bumi.
“Biaya produksi naik karena harga plastik ikut naik. Jadi harga minyak goreng di pasaran juga terdampak,” ujarnya.
Ia menambahkan, produsen mulai menyiasati kondisi tersebut dengan mengurangi volume kemasan tanpa menurunkan harga, dari 2 liter menjadi 1,5 liter.
Selain itu, pasokan minyak goreng juga dipengaruhi kebijakan Domestic Market Obligation (DMO). Ketergantungan terhadap produksi dan ekspor membuat ketersediaan di pasar berkurang.
“Stok agak berkurang karena pengaruh global. Sekarang banyak daerah yang harga minyaknya sudah di atas HET,” katanya.
