“Sampai saat ini saya masih kerja sebagai honorer di Dinas Kebersihan bagian bersihin sampah, saya mendapat dispensasi dari dinas buat pelatnas, kalau saya pulang ya saya kerja lagi bersihin sampah,” ujarnya.
Dirinya menyampaikan, bagaimana jatuh bangun hingga lolos seleksi untuk mengikuti Pelatnas di Solo dan lolos kualifikasi Paralimpiade 2024 Paris. Meski demikian, Fauzi sangat bersyukur dengan pencapaian yang ia peroleh hingga saat ini, semua berkat kepercayaan dan doa dari keluarga serta kerabat terdekat.
“Waktu itu tahun 2007 saya mengalami insiden tabrakan bersama ayah yang menyebabkan kaki kanan saya patah. Setelah beberapa tahun masa penyembuhan saya bekerja menjadi tukang sampah honorer di Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Kubu Raya,” jelasnya.
“Lalu, saya ikut tes untuk ikut Peparnas 2012 Riau dan sebagainya hingga 2018 saya bergabung ke NPCI. Sebelumnya saya merasa minder untuk ikut tes ini tapi, setelah lama saya lihat teman-teman disabilitas yang lain dari video yang penuh semangat dan penuh rasa juang untuk Merah Putih saya jadi tumbuh semangatnya,” cerita peraih dua kali medali emas Asean Para Games ini.
