“Dahulu saya sempat mempunyai asuransi swasta dari kantor sewaktu masih bekerja. Tetapi disarankan menggunakan JKN oleh rumah sakit, jadi saya pakai JKN saya. Terlebih saat ini saya sudah tidak bekerja lagi karena harus rutin melakukan cuci darah sebanyak 3 kali dalah seminggu. Awal-awal saya sempat mencoba menggunakan CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis), cuci darah yang menggunakan selang sendiri yang bisa dibawa-bawa dan saat itu saya masih bisa bekerja. Akan tetapi dalam prosesnya ada permasalahan, sehingga saya harus kembali mencuci darah di rumah sakit seperti biasanya,” ujar Hargi.
Hargi mengungkapkan karena itulah ia harus berhenti bekerja karena memang harus menghabiskan waktu 3 hari dalam seminggu untuk ke rumah sakit. Saat ini Hargi menjalani pekerjaan sebagai freelance, karena hanya itulah yang dapat dijalani di hari lain selain jadwal ia cuci darah.
“Selama hampir 3 tahun ini, mungkin sudah berbagai tindakan perawatan yang saya jalani. Saya masuk ICU dan sangat sering di rawat inap kalau sedang kambuh, bahkan saya pernah dirawat sampai dengan 1 bulan lamanya di rumah sakit. Dan semua itu selalu dibiayai oleh JKN, saya tidak dipungut biaya sama sekali oleh rumah sakit. Bagaimana lagi saya harus bersyukur atas adanya program pemerintah ini, sudah iurannya ditanggung, semua biaya perawatan sakit saya pun juga ditanggung, sangat luar biasa sekali,” ujar Hargi.
