Dengan waktu terbaik 7 menit 54,46 detik, Aceh akhirnya berakhir di peringkat 6. Sementara Sumatera Utara di tempat ketujuh setelah menorehkan catatan terbaik 7 menit 55,19 detik.
Sayang, Kalimantan Timur yang mampu menyelesaikan heat 1 dengan baik di posisi empat, gagal memperbaiki catatannya di heat 2. Mereka akhirnya harus berlapang dada menempati posisi terbuncit setelah mendapatkan waktu terendah 7 menit 57,65 detik.
“Ini sangat menantang, kami kesulitan untuk bisa melewati gawang Merah (upstream). Tapi tadi memang intruksi pelatih kalau kesulitan ambil gawang Merah, lebih baik ambil gawang Hijau (downstream) saja agar tidak membuang waktu. Ya, harapannya pasti ingin bisa naik podium di nomor ini, tapi sayang belum bisa,” tutur Kapten Kalimantan Timur, Fransiska Octavia Enggi.
Di putra, setelah finis di posisi terbaik kedua di heat 1, Jawa Tengah mengebut untuk bisa naik podium tertinggi di heat 2. Tekad kuat dari mereka membuat Jawa Tengah sukses menghasilkan waktu terbaik dalam 4 menit 04,36 detik. Medali ini menjadi emas kedua bagi Jawa Tengah setelah sebelumnya di nomor sprint putra mereka juga sukses naik podium tengah.
