Marthinus menerangkan, para pelaku peredaran narkotika itu menggunakan pendekatan struktural dengan orientasi bisnis. Maka itu, dalam melancarkan aksinya, mereka pun melakukan analisa agar bisa menghindari aparat berwenang dan bisa mengedarkan barang haramnya ke berbagai wilayah.
“Maka, tidak akan efektif kalau dia menggelondongin dalam jumlah-jumlah besar, bagaimana dia memecah konsentrasi, kita harus tetap fokus pada proses analisis untuk menghubungkan satu jaringan dengan jaringan lain, tapi pada intinya walaupun datang strukturnya dipecah-pecah, tapi kembali lagi marketnya sama,” jelasnya.
Pihaknya pun mengedepankan pendekatan intelijen dalam melakukan pemetaan terhadap jaringan narkotika agar bisa memberantasnya. Pendekatan dengan melakukan analisis yang kekuatannya dari pengumpulan informasi dan analisis informasi dilakukan untuk melihat struktur-struktur operasional Drugs Organize Crime tersebut.
“Jadi, jangan mereka berpikir dengan perubahan modus terus kita tidak bisa memetakan mereka. Kita bisa melakukan pemetaan mulai dari market dan banyak cara untuk menyelesaikan mereka,” tukasnya.
