Ia menjelaskan untuk peningkatan keselamatan (Global Aviation Safety Plan/GASP), Indonesia mengusulkan agar kawasan Asia Pasifik meningkatkan target-target sesuai dengan kemampuan masing-masing, serta selaras dengan kebutuhan, ekspektasi negara anggota, dan industri penerbangan.
Untuk fasilitasi terkait pergerakan orang, barang, kru dan pesawat pada bandara internasional, dilakukan menggunakan pengembangan teknologi pada saat pemeriksaan dokumen perjalanan, serta monitoring intensif terhadap penggunaan teknologi tersebut.
Sementara untuk kesetaraan gender, diusulkan karena Indonesia melihat adanya peran penting wanita dalam industri penerbangan, mengingat di Tanah Air saat ini terdapat 587 inspektur dan teknisi wanita, 595 air traffic controller, 416 pilot wanita dan 173 aeronautical communication officer wanita.
Lebih lanjut, ia mengatakan implementasi dari konferensi tersebut dilakukan melalui peningkatan koordinasi yang intensif dan bimbingan teknis mengenai mekanisme audit, termasuk sistem penilaian kepada masing-masing negara yang dilakukan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).
