Selain itu, jika pertemuan itu terjadi, Umam menilai pertemuan itu menjadi strategi dari Prabowo agar tidak tergantung terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Khususnya jika isu Jokowi atau Gibran, yang merupakan putra Jokowi, akan memimpin Golkar terjadi.
“Potensi naiknya klan Jokowi dalam kepemimpinan Golkar, berpotensi menjadi ancaman bagi Prabowo yang memiliki kekuatan politik lebih kecil dibanding Golkar di dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM),” ujarnya.
“Karena itu, strategi pendekatan dan kemauan untuk membuka komunikasi antara Prabowo dan Megawati ini, bisa menjadi peringatan politik (political warning) kepada Jokowi, agar tidak mengontrol atau mengintervensi lebih jauh arah kekuasaan baru di bawah kepemimpinan Prabowo nantinya,” katanya.
Sementara, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyampaikan, presiden terpilih sekaligus Ketum Gerindra, Prabowo Subianto, dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri saling memberi salam hormat. Muzani mengatakan pertemuan Prabowo dan Megawati akan segera terjadi.
