Ini adalah kesempatan untuk mengeksplorasi desain kreatif sekaligus memperkuat pesan bahwa keindahan dan kemewahan dapat dirayakan tanpa merusak lingkungan.
Ade Noerwenda menjelaskan, “Keberlanjutan bukan hanya tren, tetapi bagian penting dari masa depan industri perhotelan. Dengan mendidik karyawan tentang bahan-bahan berkelanjutan, kami berharap dapat meningkatkan daya saing hotel di pasar yang semakin sadar lingkungan.”
Penjurian Profesional untuk Menjamin Objektivitas
Untuk menjaga objektivitas, Ashley Wahid Hasyim mengundang juri eksternal yang berpengalaman, termasuk Rina Purnamasari (Chairwoman of IHKA Jakarta), Dr. Arif Zulkarnain, S.E., MM, CHE, CHIA (Head of Hotel Department Binus University), dan Marrysa Tunjung Sari (Certified Photographer & Editor of Majalah Mata).
Kehadiran juri profesional ini tidak hanya memastikan penilaian yang adil, tetapi juga membawa perspektif baru yang dapat meningkatkan standar keterampilan staf hotel.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap karyawan dinilai secara adil, tanpa bias. Dengan menghadirkan juri eksternal, kami yakin bisa mendapatkan penilaian yang objektif dan memberikan penghargaan yang layak kepada mereka yang telah berusaha keras,” tutup Ade Noerwenda.
Meningkatkan Pengalaman Tamu dan Keterampilan Staf
Ashley Wahid Hasyim percaya bahwa Kompetisi Seni Melipat Handuk ini akan memperkaya keterampilan staf sekaligus memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi tamu. Ini adalah salah satu cara Ashley Hotel Group dalam menciptakan suasana yang menyenangkan bagi semua pihak, baik staf aupun tamu. (Rian)
