Sementara itu, Faradilah selaku ibu korban mengatakan, dirinya tidak terima atas perbuatan itu terhadap anaknya dan berharap terduga para pelaku perundungan diberi hukuman setimpal.
Ibu korban mengaku baru tahu anaknya dirundung pada selasa 17 September dari keluarga yang mendapatkan video tersebut. Setelah itu barulah anaknya mengaku atas apa yang telah terjadi.
Mengetahui peristiwa perundungan tersebut orang tua korban pun langsung melapor ke Polresta Jambi dan menceritakan semua apa yang terjadi.
“Kalau aku sebagai orang tua pengennya (pelaku) dihukum. Dak terima sebagai orang tua kan anak aku disiksa seperti itu, sedangkan aku orang tua tidak pernah nyiksa anak, disundut sundut pakai api rokok, dipikuli sampai kepala ngeluarkan darah, aku dak ikhlas pokoknya,” jelas Faradilah, dikutip pada Sabtu (21/9/2024).(Vinolla)

