Meskipun target utamanya adalah pengguna Italia, peneliti Kaspersky telah mengidentifikasi hubungan yang kuat dengan Brasil. Komentar dan pesan kesalahan dalam kode berbahaya ditulis dalam bahasa Portugis Brasil, yang menunjukkan bahwa pelaku ancaman di balik serangan tersebut bisa jadi merupakan berasal dari Brasil.
Lebih jauh, infrastruktur yang digunakan dalam kampanye tersebut telah dikaitkan dengan serangan lain di Brasil dan Spanyol, meskipun alat infeksi di wilayah ini sedikit berbeda dari yang digunakan di Italia.
Informasi selengkapnya tentang kecanggihan ancaman siber akan diungkapkan di Security Analyst Summit (SAS) mendatang, yang akan diselenggarakan pada 22-25 Oktober. (ahmad)
