“Kalau memang dari rumah (sedang) sakit saya enggak akan memperbolehkan Ibu saya jalan-jalan. Posisi dalam keadaan sehat, tapi namanya rezeki, maut itu kan enggak ada yang tahu,” ucap Yani.
Yani menuturkan, pihak keluarga tidak menyalahkan petugas atau kemacetan parah terjadi di kawasan Puncak, Bogor atas meninggalnya Ibunda.
Bagi pihak keluarga terpenting Ibunya sudah dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Bambu Apus pada Senin (16/9/2024) sekitar pukul 10.00 WIB dan tidak ingin menyalahkan siapapun atas kejadian itu.
“Tapi kalau beritanya (yang menyebut Nimih memiliki asma) sudah viral mau dikata apa, sedangkan almarhumah sudah tenang di sana. Saya sudah bilang ini takdir, Ibu saya tidak punya riwayat sakit,” tukasnya. (Joesvicar Iqbal)
