IPOL.ID – Ribuan warga memadati rute sepanjang jalan dari Balai Kota hingga Simpang Lima untuk menyaksikan kemeriahan Pawai Ogoh-Ogoh, Minggu (26/4). Diikuti oleh 1.500 peserta, parade seni budaya lintas agama ini menjadi bukti nyata kekuatan harmoni dan komitmen Kota Semarang dalam merawat keberagaman.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengungkapkan rasa bangganya atas keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Tidak hanya umat Hindu, pawai ini menampilkan kolaborasi dari berbagai latar belakang, mulai dari perwakilan umat beragama, organisasi keagamaan, hingga para penghayat kepercayaan.
“Wajah Kota Semarang hari ini menghadirkan kesetaraan yang menjadi kekuatan sosial. Pawai Ogoh-Ogoh ini mengandung refleksi tentang upaya manusia membersihkan diri dari sifat negatif guna menjaga keseimbangan hidup. Kehadiran nilai ini dalam ruang lintas agama menjadi komitmen bersama untuk merawat harmoni kota,” ujarnya.
Kemeriahan tahun ini makin semarak dengan tampilnya empat Ogoh-Ogoh utama yang didukung penuh oleh solidaritas PHDI Semarang, Kendal, hingga Jepara. Berbagai kesenian seperti Beleganjur, Barongsai, Rebana, hingga Topeng Ireng berpadu mengiringi arak-arakan di jalan protokol.
