“Sampai saat ini saya belum melihat dengan Indonesia menjadi partner BRICS akan kehilangan dukungan dari AS,” kata Bagus.
“AS adalah salah satu partner Indonesia juga di berbagai forum internasional dan juga mitra penting bagi ekonomi, perdagangan, politik dan pembangunan Indonesia. Dan hubungan ini saya rasa akan tetap terjalin dengan baik,” ujarnya.
Muhammad Habib Abiyan Dzakwan, ekonom di Center for Strategic and Internasional Studies (CSIS) Indonesia mengatakan bahwa kemitraan ini mungkin memberikan Indonesia opsi pembiayaan.
“Prabowo itu melihat, mencari suplemen financing instrument untuk mendukung berbagai janji-janji kampanye yang dia usulkan, baik itu pengadaan rumah, ketahanan pangan, kemudian makan bergizi gratis,” kata Habib kepada BenarNews.
Habib menambahkan selain instrumen pendanaan yang sudah diberikan bank-bank pembangunan yang sudah ada, seperti World Bank, Asian Development Bank, atau Islamic Development Bank, Prabowo melihat BRICS bisa menjadi sumber pendanaan lainnya.

