Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Dari UN sampai Zonasi: Menunggu Sistem Baru Usai Pergantian Menteri
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Nasional > Dari UN sampai Zonasi: Menunggu Sistem Baru Usai Pergantian Menteri
Nasional

Dari UN sampai Zonasi: Menunggu Sistem Baru Usai Pergantian Menteri

Timur
Timur Published 28 Oct 2024, 14:49
Share
10 Min Read
Menteri Pendidikan Dasar Menengah, Abdul Mu'ti. Foto: Instagram @kemdikbud.ri
Menteri Pendidikan Dasar Menengah, Abdul Mu'ti. Foto: Instagram @kemdikbud.ri
SHARE

Sedangkan untuk UN, Totok menduga menteri baru akan kembali menerapkannya meski dalam skema yang berbeda. “Mungkin ada penyesuaian, tetapi prinsipya assessment terhadap kinerja anak didik, prestasi akademik itu akan dipelajari, atau dievaluasi. Jadi evaluasi tahunan akan ada, saya kira,” ujarnya.

UN, menurut Totok, harus dikembalikan kepada tujuan awalnya yaitu mengukur kemajuan dari tahun ke tahun dalam sektor pendidikan. Tanpa sebuah proses ujian nasional, sulit untuk mengukur seberapa baik proses pembelajaran yang berjalan selama setahun atau selama 3 tahun. “Jadi kalau bisa, ujian nasional dibuat dalam rangka peningkatan yang berkelanjutan,” kata dia lagi.

Karena itu, selain evaluasi yang diperlukan adalah apa perbaikan yang diperlukan setelah itu. Totok mengingatkan bahwa sistem pendidikan Indonesia sudah sering menerima kritik keras, bahkan dari pakar dunia. Salah satu penyebabnya adalah karena kinerja yang cenderung stagnan, sementara pembiayaannya terus naik. Karena itu, harus ada pertanggungjawaban penggunaan anggaran negara yang meningkat dari tahun ke tahun itu, dengan adanya peningkatan kinerja.

Previous Page123456789Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: abdul mu'ti, Kabinet Merah Putih, Mendiknas Abdul Mu'ti, Menteri pendidikan, UN, zonasi
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article BNPB Pengurangan Risiko Bencana Menjadi Prioritas Pemerintah ke Depan
Next Article Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto melakukan mutasi sejumlah kasat reskrim hingga kapolsek. Berikut daftarnya. (Foto: Humas Polda Metro Jaya) Simak, Daftar dan Kapolsek dan Kanitreskrim yang di Mutasi Kapolda

TERPOPULER

TERPOPULER
meninggal, tewas, mayat
Nusantara

Kepsek Meninggal Saat Check-in Hotel di Trenggalek Bersama Guru Perempuan

Nusantara
Viral Pengakuan Kepala SPPG Sibolga soal Judol dan Dugaan Pelanggaran Dapur MBG
26 May 2026, 20:45
HeadlineJakarta Raya
Penanggulangan Sampah di DKI Amburadul, Ferrial Nilai Dinas LH Bikin Citra Pramono Tercoreng
26 May 2026, 10:20
Olahraga
Optimalisasi Ekosistem Sportainment dan Momentum Profit Bali United di 2026
26 May 2026, 15:21
HeadlineNews
Rasyidi HY Harapkan Momentum Idul Adha 2026 Tingkatkan Ketakwaan Umat Islam di Tanah Air
26 May 2026, 11:19
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?