Hashim telah menerima sejumlah penghargaan atas kontribusinya di bidang lingkungan, warisan budaya, dan filantropi. Beberapa di antaranya, termasuk Penghargaan Kalpataru pada Tahun 2014 sebagai “Pelestari Lingkungan” untuk usahanya dalam konservasi hutan dan satwa liar di Indonesia, terutama melalui perusahaannya yang terlibat dalam pelestarian harimau Sumatera dan orangutan Kalimantan.
Pada Tahun 2017, Hashim menerima Tanda Kehormatan Saytalancana Wira Karya dari Presiden RI oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan diperuntukkan bagi para inovator-inovator lingkungan, kehutanan, dan perubahan iklim.
Hashim kembali menerima penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Tahun 2019, kali ini sebagai pejuang pelestari satwa liar atas dorongannya membangun pusat penyelamatan dan rehabilitasi satwa liar kebanggaan Indonesia.
Selain itu, Tahun 2011 dia juga diakui sebagai Hero of Philanthropy oleh Forbes Asia atas perannya dalam mendirikan Yayasan Arsari Djojohadikusumo. Yayasan yang berfokus pada pelestarian budaya dan lingkungan, serta mendukung berbagai inisiatif sosial, termasuk konservasi situs bersejarah dan program beasiswa di Indonesia. (Joesvicar Iqbal/msb)
