Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Kawasan Sabo-Dam Merapi, Kantong Lahar Subur Bagi Pertanian
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Nusantara > Kawasan Sabo-Dam Merapi, Kantong Lahar Subur Bagi Pertanian
Nusantara

Kawasan Sabo-Dam Merapi, Kantong Lahar Subur Bagi Pertanian

Yudha
Yudha Published 12 Oct 2024, 14:53
Share
4 Min Read
Tampak salah satu Sabo-Dam yang sudah terbangun dan dimanfaatkan untuk lahan pertanian di kaki Gunung Merapi, Jogjakarta. Foto: Ist
Tampak salah satu Sabo-Dam yang sudah terbangun dan dimanfaatkan untuk lahan pertanian di kaki Gunung Merapi, Jogjakarta. Foto: Ist
SHARE

Menurut Fery, Sabo berasal dari bahasa Jepang, “sa” yang berarti pasir dan “bo” yang berarti pengendalian. Teknologi sabo pertama kali diperkenalkan di Indonesia 1970 oleh tenaga ahli teknik sabo dari Jepang, Mr. Tomoaki Yokota.

“Saat itu teknologi sabo dipandang sebagai salah satu alternatif terbaik untuk penanggulangan bencana alam akibat erosi, aliran sedimen. Sabo-Dam merupakan terminologi umum untuk bangunan penahan, perlambatan dan penanggulangan aliran lahar yang berpotensi terlanda lahar,” katanya.

Selain sebagai pengendali lahar akibar erupsi gunung berapi, sabo dam juga bermanfaat sebagai pengendali erosi hutan dan daerah pertanian serta mencegah bahaya longsor. Material pasir dan batu-batuan yang tertahan di sabo dam juga dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber penghasilan. “Pasir dan batu yang hanyut bersama lahar dingin Merapi sangat berkualitas baik dan yang terbaik di antara pasir dan batu lainnya di dunia,” jelas Fery. Kawasan yang pernah tertutup atau dilewati lahar dingin Merapi selalu meninggalkan ‘pupuk alami’ bagi pertanian, sehingga sangat subur.

Previous Page1234Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: bendungan Sabo-Dam, Bronggang, gunung merapi, Infrastruktur penanggulangan banjir lahar dingin, kantong lahar, Kantong Lahar Subur, Kepala Balai Teknik Sabo-Dam Fery Mpun Hepy, Ketua Relawan Desa Tangguh Bencana Argomulyo, Partono, sleman
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article dedi Tujuh Ribu Personil Polri Bakal Amankan Pelantikan Presiden
Next Article Kalahkan Mischka, Cylova, Juara, Sportama ITF Junior Tribute, Deddy Tedjamukti Kalahkan Mischka, Cylova Juara Sportama ITF Junior Tribute to Deddy Tedjamukti

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260514 WA0113
HeadlineHukum

Kasus Tambang PT AKT, Kejagung Tahan Bos PT CBU

Gaya hidupHeadline
Simak Sejumlah Manfaat Cabai yang Jarang Diketahui
14 May 2026, 19:28
Politik
NasDem Soroti Layanan Kesehatan Jakarta yang Dinilai Masih Jauh dari Harapan
14 May 2026, 17:28
Headline
Disorot karena Main Game dan Merokok Saat Rapat, Anggota DPRD Jember Minta Maaf
14 May 2026, 15:33
Headline
Kisah Menginspirasi Mbah Mardi, Berusia 103 Tahun Tetap Semangat Menuju Tanah Suci
14 May 2026, 14:47
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?