IPOL.ID – Tanah longsor yang dipicu oleh hujan lebat di Uganda timur menewaskan 17 orang. Sementara lebih dari 100 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Tanah longsor terjadi pada Rabu (27/11) di distrik Bulambuli, sekitar 300 km sebelah timur ibu kota Kampala, dan menimbun puluhan rumah di beberapa desa.
Rekaman di televisi lokal menunjukkan daerah yang luas yang tertutup lumpur tebal di mana rumah-rumah dan sekolah-sekolah pernah berdiri. Para korban meratapi orang-orang yang mereka cintai yang hilang ketika para petugas penyelamat menggali lumpur untuk mencari korban yang selamat.
Charles Odongtho, juru bicara Kantor Perdana Menteri, yang mengawasi pekerjaan tanggap bencana, mengatakan bahwa pemerintah telah memperingatkan orang-orang yang tinggal di daerah-daerah yang rawan bencana tentang kemungkinan terjadinya tanah longsor pada saat hujan musiman.
Ia mengatakan kepada Reuters, Sabtu (30/11) bahwa ia terkejut dengan jumlah korban tewas mengingat sistem peringatan dini yang ada.
Sedikitnya 45 rumah terkubur seluruhnya, kata Palang Merah Uganda dalam sebuah pernyataan, sementara yang lainnya mengalami kerusakan sebagian.
Ignatius Wamakuyu Mudimi, seorang anggota parlemen di Kabupaten Elgon, mengatakan keponakannya yang baru saja melahirkan termasuk di antara para korban.
“Dia dikubur bersama bayinya,” katanya dalam sebuah rekaman yang ditayangkan oleh stasiun televisi Uganda, NTV.
Pemerintah Uganda telah mengarahkan warganya yang tinggal di daerah rawan longsor untuk pindah. Palang Merah dan polisi sedang melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.
Negara di Afrika Timur ini telah dilanda curah hujan yang sangat tinggi sejak bulan Oktober yang telah memicu banjir dan tanah longsor yang meluas di beberapa daerah.
Pada hari Selasa, hujan lebat menyebabkan Sungai Nil, yang cabang utamanya mengalir melalui Uganda, meluap dan membanjiri jalan raya yang menghubungkan Kampala ke barat laut, menurut Otoritas Jalan Nasional Uganda dan polisi.
Sebagian besar wilayah di lereng pegunungan Uganda telah digunduli hutannya dan vegetasi lainnya untuk dijadikan lahan pertanian, sehingga meningkatkan risiko tanah longsor.
Daerah di mana tanah longsor terjadi merupakan daerah pegunungan dan telah mengalami bencana serupa di masa lalu, termasuk longsoran salju pada tahun 2010 yang menewaskan sedikitnya 80 orang. (far)
Hujan Lebat Picu Longsor, 17 Orang Tewas dan Ratusan Hilang
