“Tidak pernah terjadi di muka bumi ini, kecuali di Indonesia, begitu mudahnya, ikhlasnya para raja, sultan, penguasa pada waktu itu, menyerahkan negara mereka dengan segala konsekuensi konstitusionalnya kepada sebuah negara yang baru sekadar nama,” ungkapnya.
Yudian mengungkapkan bahwa BPIP telah bekerja keras untuk menyosialisasikan Pancasila ke seluruh penjuru Indonesia selama lima tahun terakhir. Hal ini dilakukan dengan melibatkan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Meskipun BPIP menghadapi sejumlah tantangan dalam perjalanan tersebut, semangat gotong royong tetap menjadi kunci dalam memperkuat nilai-nilai Pancasila di masyarakat. “Semangat gotong royong ini sesuai dengan visi Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ideologi Pancasila, demokrasi, dan Hak Asasi Manusia,” kata Yudian. (*)
