Menurut R Haidar Alwi, Prabowo sedang menyampaikan pesan kepada pihak-pihak yang mencoba menyerang dan mengadu domba antara dirinya dengan Kapolri dan Panglima TNI atau antara Kapolri dengan Panglima TNI.
“Upaya adu domba terhadap Prabowo dengan Kapolri misalnya desakan agar Prabowo mencopot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo karena dianggap berkinerja buruk dan cawe-cawe di pilpres dan pilkada serentak 2024. Padahal, tuduhan itu tidak terbukti dan kinerja Polri diakui sangat positif, baik oleh lembaga survei nasional maupun internasional,” jelas R Haidar Alwi.
“Sedangkan upaya adu domba terhadap Kapolri dengan Panglima TNI misalnya usulan agar Polri ditempatkan kembali di bawah TNI. Selain tidak memiliki urgensi, usulan itu juga merupakan sebuah kemunduran dan pengkhianatan terhadap amanat reformasi,” sambung R Haidar Alwi.
Ia berpandangan bahwa Prabowo ingin menegaskan antara Presiden dengan Kapolri dan Panglima TNI merupakan satu kesatuan yang solid. Segala bentuk upaya adu domba akan berakhir sia-sia.
