Terlebih, Prabowo sendiri mengaku merasa aman didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Agus Subiyanto. Sebagaimana disampaikannya saat berpidato pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2024 di Grha Bhasvara Icchana, Kompleks Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta pada Jumat (29/11/2024).
Selain itu, kelakar Prabowo di NTT juga diikuti dengan kalimat “jangan-jangan Kapolri dan Panglima TNI nggak diganti-ganti”.
“Seolah-olah Prabowo menjawab dan menolak permintaan pihak-pihak yang ingin agar dirinya melakukan pergantian Kapolri dengan mencopot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo,” ungkap R Haidar Alwi.
Pesan-pesan dalam kelakar Prabowo sekaligus menjadi peringatan bagi potensi ancaman yang mungkin datang dari dalam dan luar negeri. Bahwa Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan dengan Polri dan TNI sebagai simbol kekuatan strategis, antara satu sama lain saling mendukung.
“Prabowo unjuk kekuatan. Artinya, Indonesia siap menghadapi ancaman dari dalam dan luar negeri karena Polri dan TNI solid,” pungkas R Haidar Alwi. (Yudha Krastawan)

